Home -   Kamis, 27 November 2014
Jokowi harus Segera Susun APBN Trisakti
 
KIP Pertanyakan Investigasi Polri TNI di Batam
 
Pusdikif Didik Prajurit Tangguh Profesional
 
Pertumbuhan Ekonomi Tahun ini di Bawah Target
 
Utang LN Indonesia Meningkat Rp94,60 Triliun
 
OJK Dituntut Buat Aturan Mudahkan UKM IPO
 
Omset Pedagang Batik Pantura Turun
 
Gebyar Ramadhan dari SPEKTRA
 
Tokio Marine Targetkan Lima Besar
 
Pertamina Serahkan Konsep Migas ke Jokowi
 
Kendalikan BBM Perlu Kerja Sama dengan Pemda
 
Sofyan Djalil Berkelit Soal Kenaikan BBM
 
Peringkat Kredit Jordania Turun Jadi BB-
 
Peringkat PTPN IX A-
 
Pefindo Beri Peringkat Pelindo III AA+
 
Dirjen Pajak Harus Berani Usut Kasus Besar
Sabtu, 20 Juli 2013 10:23 WIB

Kemenpera Bangun Rusunawa Rp8,5 Miliar

INFO BISNIS--Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) RI mengalokasikan biaya Rp8,5 miliar per tower untuk proyek rumah susun sewa (rusunawa) di lima bandara dibawah PT Angkasa Pura (AP) I. Sesuai rencana akan dibangun 98 tower rusunawa untuk karyawan AP I ini.

"Dana tersebut dari APBN untuk Kemenpera, untuk proyek multiyear. Selanjutnya, rusunawa itu akan digunakan oleh karyawan AP I, khususnya di bidang operasi yang butuh kecepatan dan ketepatan tinggi," ujar Deputy Bidang Perumahan Formal Kemenpera Pangihutan Marpaung di di Jakarta, Kamis (18/7).

Menurutnya, kerja sama Kemenpera dengan AP I adalah proyek pertama yang dilakukan dengan BUMN nonperumahan. "Melalui pembangunan rusunawa itu, diharapkan bisa menyediakan fasilitas rumah yang layak huni untuk rakyat," kata Pangihutan.

Dirut AP I Tomy Sutomo menambahkan, pembangunan rusunawa ini juga sebagai upaya pemanfaatan tanah milik perseroan di lima lokasi kantor cabang kelolaan AP i, diantaranya Bandara Juanda (Sidoarjo); Bandara Sepinggan (Balikpapan); Bandara Sultan Hasanuddin (Maros); Bandara Ngurah Rai (Badung-Bali); dan Bandara Internasional Lombok (Lombok Tengah).

"Luas tanah yang disiapkan perseroan untuk pembangunan rusunawa ini di Bandara Juanda seluas 6000 m2; Bandara Sepinggan seluas 3.734,70 m2; Bandara Sultan Hasanuddin seluas 2.042 m2; Bandara Ngurah Rai seluas 3.000 m2; dan Bandara Internasional Lombok dengan luas 3.000 m2," jelasnya. Sesuai perjanjian, di setiap lokasi, pihak Kemenpera akan membangun rusunawa sebanyak dua tower block yang masing-masing terdiri dari tiga lantai, dengan jumlah 98 unit tipe lajang.

"Kemenpera juga akan melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan pembangunan rusunawa dengan melibatkan pihak Angkasa Pura I, serta melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembangunan rusunawa ini," tukas Tomy. (ISK)

 

CSR
IPA Sumbangkan 14 Truk Sampah

Filantropi
Zuckerberg Sumbang Sekolah Negeri
Samsat PMJ Belum Lakukan Pembenahan
FIFGROUP Bukukan Pembiayaan Rp19,6 Triliun
Janji Kasie STNK Cuma Lips Service
SPEKTRA Diskon Khusus Guru, Dokter dan Paramedis
Stasiun KA Tanjung Priok untuk Angkutan Barang

 
StarOne Tinggalkan CDMA ke GSM
 
Jaringan Indosat dan XL Tak Terpengaruh Banjir
 
Pelanggan Telkomsel Sudah Tembus 131,5 Juta
 
Penjualan Suzuki Ertiga Tembus 72.000 Unit
 
Datsun Pertama Kalinya Dipajang di Pameran
 
Tata Motors Kenalkan Produk Komersial Pertama
 
Google Akuisisi Waze Senilai US$1,1 Miliar
 
Tumblr Salip Facebook dan Twitter
 
Flickr Korut Bobol, Foto Kim Jong Un Dibedah Hacker
 
Raffi Ahmad Diduetkan Lagi dengan Mantan Pacar
 
Pemirsa Tempatkan Novita di Belakang Fatin
 
Rihanna Kembali Masuk Studio Rekaman
 
Copyright infobisnis.co 2012
Licence : PT INDO MEDIA TAMA
redaksi@infobisnis.co, iklan@infobisnis.co